Oleh: arkeologibawahair | 27 September 2010

Eksotika Arkeologi Pulau Genting

Penelitian Arkeologi Bawah Air Pertama di Indonesia

Arkeologijawa.com – Akhir Juli hingga awal Agustus 2009 menjadi momentum bersejarah bagi dunia arkeologi di Indonesia, yaitu dilaksanakannya penelitian arkeologi bawah air oleh Balai Arkeologi Yogyakarta untuk kali pertama. Penelitian arkeologi bawah air yang dibingkai oleh kerangka arkeologi maritim memang sudah banyak dilakukan di beberapa negara, sementara di Indonesia masih dalam level wacana.

Dalam berbagai keterbatasan yang ada namun dengan perhitungan yang matang terlaksana sebuah program yang memang sudah dirancang setidaknya sejak 2006 oleh Balar Jogja. Perkembangan teknik dan peralatan selam, pemahaman teoritik atas arkeologi maritim, jaringan dengan unit-unit selam dan TNI-AL, serta melimpahnya data arkeologi di bawah laut, menjadi motivasi tersendiri bagi pelaksanaan program ini.

Pulau Genting, di timur gugusan kepulauan Karimunjawa (Kab. Jepara – Jawa Tengah) menjadi sasaran untuk pertama kalinya. Informasi tentang adanya bangkai kapal beserta muatan di perairan ini menjadi alasan utama pemilihan lokasi. Hingga tiba di lokasi, titik tepat lokasi tersebut belum dikantongi oleh Tim yang dipimpin oleh Priyatno Hadi. Namun, dengan berbagai pendekatan dan bantuan banyak pihak, titik penting tersebut dapat ditemukan, yaitu pada koordinat XX0 XX’ XX” BT dan XX0 XX’ XX” LS.

Sayang sekali, cuaca belum mengizinkan tim melakukan penyelaman dengan leluasa. Gelombang setinggi hingga 3 meter selain menyulitkan penempatan perahu pada lokasi yang tepat juga mengisyaratkan adanya resiko yang lebih besar. Dua kali penyelaman tidak membuahkan hasil optimal, dan pada rencana penyelaman ketiga juga gagal akibat gelombang dan arus yang kuat sehingga kapal kerja tidak dapat ditempatkan sebagaimana mestinya. Namun demikian, lokasi titik, kedalaman, kondisi situs, serta informasi penting lainnya sudah menjadi catatan penting bagi Tim. Catatan inilah yang nantinya menjadi acuan untuk penelitian lanjutan dengan memperhitungkan faktor cuaca, yaitu pada saat gelombang relatif bersahabat.

Selain hasil tersebut, tim juga mendapatkan data penting berupa:

1. Sebaran pecahan keramik biru putih berbentuk mangkuk dan piring di timur P. Genting pada kedalaman maksimal 3,5 meter. Bentuk, warna, dan hiasan keramik tersebut menunjukkan adanya keseragaman
2. keramik temuan penduduk berupa cepuk, figurin, guci, serta sebuah guci tembikar
3. Sebaran bata berukuran besar di sebuah punggung bukit yang diduga merupakan komponen sebuah bangunan
4. Beberapa fragmen tembikar di sekitar sebaran bata
5. Punden berupa tatanan batu besar di sebuah puncak bukit
6. Sumur air tawar yang konon merupakan sumur kuno

Kronologi pasti atas pecahan keramik yang ditemukan oleh tim maupun temuan penduduk memang belum dapat dipastikan. Demikian pula dengan sebaran bata berukuran jumbo juga belum dapat dipastikan kronologi maupun bentuk bangunannya. Namun demikian rangkaian data yang ditemukan agaknya menunjukkan adanya saling keterkaitan, sehingga ada beberapa dugaan sementara, yaitu:

1. Ketersediaan air tawar dan tanah yang subur menjadikan P. Genting memiliki potensi sumberdaya alami yang tinggi
2. Posisi P. Genting di timur gugusan pulau Karimunjawa di masa lalu dimanfaatkan oleh para pelayar dari arah timur sebagai persinggahan
3. Sebaran pecahan keramik di kawasan gosong di timur P. Genting yang menunjukkan gejala kesamaan bentuk, warna, dan hiasan mengarah pada kemungkinan sebagai barang muatan kapal
4. Sebaran bata berukuran besar, fragmen tembikar yang ditemukan di punggung bukit Si Gantung, serta punden batu besar, menunjukkan adanya fenomena dan dinamikan hunian di masa lalu

Karimunjawa sebagai kawasan yang dilalui oleh jalur pelayaran kuno memang sudah diketahui. Namun ada dua pertanyaan besar yang harus dijawab melalui rangkaian penelitian arkeologi berikutnya, yaitu:

1. Apakah P. Genting menjadi gerbang penting di bagian timur bagi para pelayar masa lalu saat melewati jalur ini? Memang masih membutuhkan banyak data untuk memastikannya.
2. Jika dari arah timur, dari mana mereka berasal, apakah dari Majapahit atau dari wilayah lain?

Kita tunggu hasil analisis pecahan keramik dan pengungkapan data arkeologi lainnya di P. Genting termasuk sebaran bata besar dan data lain yang masih tersimpan di bawah air. (sgg)

Foto-foto penelitian:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori