Oleh: arkeologibawahair | 28 September 2010

Selat Bangka Jadi Kuburan Harta Karun

Antaranews.com, Rabu, 7 Oktober 2009 – Perairan laut Provinsi Bangka Belitung (Babel) khususnya Selat Bangka menjadi kuburan harta karun dari sejumlah kapal yang karam dan masih menjadi salah satu sasaran para pemburu harta karun.

“Potensi kapal tenggelam di wilayah laut Babel atau dikenal dengan Selat Bangka sangat tinggi sehingga di bawah air laut tersimpan banyak harta karun dari kapal-kapal jaman dahulu yang menjadi incaran para pemburu,” kata Kasubdin Direktorat Peninggalan dan Perlindungan Bawah Air, Ghatot Gaotama di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian Direktorat Peninggalan dan Perlindungan Bawah Air, terdapat sebanyak 40 titik kapal tenggelam di laut Babel, titik yang paling banyak ditemukan di Perairan Pulau Belitung.

Menurut dia, terdapat delapan kasus pencurian harta karun di Babel dan dua di antaranya sudah divonis. “Penangkapan mereka itu membuktikan bahwa harta karun di bawah air memang menjadi incaran karena potensinya cukup tinggi,” katanya.

Ia mengatakan, potensi kapal tenggelam di Babel sangat tinggi karena lalu lintas pelayaran cukup ramai, hal itu sudah terjadi sejak abad ke-7 masehi sehingga banyak kapal yang tenggelam beserta benda-benda berharga yang belum sempat diangkat.

Menurut dia, harta karun dan benda-benda berharga di bawah air harus diawasi secara ketat agar tidak dijarah oleh pencuri sehingga peninggalan bersejarah di bawah air terancam punah.

“Kapal tenggelam di laut Bangka ini menjadi salah satu objek penelitian arkeologi dan harta karun yang ditemukan dilakukan pelelangan atau dikomersialkan,” ujarnya.

Namun pada 2010, kata dia, akan dilakukan spesifikasi terhadap temuan benda bersejarah sehingga bisa ditentukan mana untuk cagar budaya dan mana untuk komersial.

“Kegiatan komersial pun diperketat karena ada konvensi Unesco 2010 tentang proteksi warisan budaya bawah air,” ujarnya.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori