Oleh: arkeologibawahair | 13 Desember 2010

Arkeolog Buru Kapal Kuno Peninggalan Dinasti Ming

Tribunnews.com – Senin, 26 Juli 2010 – Para arkeolog Cina akan memulai pencarian bangkai satu kapal Cina yang diduga tenggelam di lepas pantai Kenya, sekitar 600 tahun lalu. Bangkai kapal itu bisa menjadi bukti mengenai kontak pertama antara Cina dan Afrika timur.

Proyek yang direncanakan memakan waktu tiga tahun ini akan dimulai di perairan pantai Kenya utara, di seberang pulau Lamu dan Malindi. Upaya gabungan oleh Cina dan Kenya itu dilakukan setelah porselin dari dinasti Ming, Cina, ditemukan di kawasan tersebut.

Sebelas pakar akan menggali situs-situs penting di darat, menjelang kedatangan tim kelautan pada bulan Agustus.

Kapal itu diyakini berlayar semasa dinasti Ming di Cina sebagai bagian dari armada yang dipimpin oleh Laksamana Zheng He yang sampai ke Malindi pada tahun 1418.

Setengah abad sebelum Columbus, Laksamana Zheng dikatakan sudah melakukan ekspedisi besar dalam upaya untuk memperluas pengakuan dan perdagangan bagi pemerintah Ming yang bermula tahun 1368.

Herman Kiriama, kepala bidang arkeologi pantai Kenya, mengatakan, dia berharap proyek itu akan membuat temuan penting mengenai hubungan awal antara Cina dan Afrika. “Ini akan menjadi pencapaian besar karena akan menjelaskan kepada kita tentang apa yang terjadi di Samudera India sebelum negara-negara Eropa (Spanyol dan Portugal) memulai rute perniagaan mereka ke India,” katanya Kiriama.

“Kami memiliki banyak pot-pot campuran Cina dari zaman itu. Jadi, kita tahu kapal itu berlayar ke sini,” imbuhnya.

Ia mengatakan, para arkeolog berharap akan mendapat informasi lebih banyak lagi soal pembuatan kapal di masa itu.

Tim yang akan tiba hari Senin (26/7) sore waktu setempat, itu akan mencoba menemukan desa asli Sultan Malindi, yang dirumorkan memberikan zirafah kepada Zheng, dengan menggali kawasan-kawasan dekat desa Mambrui.

Menurut berbagai kisah, sejumlah pelaut selamat dari kapal yang tenggelam itu. Pelaut yang selamat itu berenang ke pantai, dan dibolehkan tinggal setelah mereka membunuh seekor ular yang berbisa.

Pada tahun 2005, sebagai bagian dari rangkaian acara menjelang ulang tahun ke-600 penjelajahan pertama Zheng, orang Cina mengunjungi Lamu untuk untuk melakukan tes DNA terhadap satu keluarga Swahili yang dikabarkan keturunan Cina.(BBC)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori