Oleh: arkeologibawahair | 15 Januari 2011

BCB dari Situs Bawah Air Perairan Karang Heluputan, Kepulauan Riau

Kendi porselen biru putih
(Dinasti Ching, Abad ke-19 M)

Setelah masyarakat dihebohkan dengan informasi mengenai lelang “harta karun” dari hasil pengangkatan kapal karam yang ditemukan di Perairan Cirebon belakangan ini, tak sedikit kalangan masyarakat yang tersadar bahwa negeri kita memiliki kekayaan budaya yang tak dapat dinilai dengan uang.

Kekayaan budaya yang kita miliki berupa tinggalan kapal karam beserta isinya atau bisa disebut warisan budaya bawah air, sesungguhnya tersebar di perairan Nusantara. Mengingat wilayah geografi Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, serta ditunjang dengan ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah, maka daerah-daerah di Nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi kapal asing untuk singgah. Sejak dahulu, perairan Nusantara menjadi wilayah yang ramai dilalui oleh kapal asing dan kapal domestik. Kapal-kapal yang membawa beragam muatan itu tenggelam karena berbagai faktor, seperti menabrak karang, terkena hantaman badai, bocor, perang, dan masalah teknis lain.

Mangkok porselin biru putih
(Dinasti Ching, Abad 19 M)

Salah satu situs kapal karam yang teridentifikasi dan sudah dilakukan pengangkatan terhadap isinya adalah situs Karang Heluputan di Kepulauan Riau. Dari wilayah perairan ini, ditemukan benda-benda warisan budaya bawah air yang kebanyakan berupa keramik porselin berwarna biru putih dan diperkirakan berasal dari masa Dinasti Ching di Cina.

Tutup cepuk berbahan dasar kaolin, berwarna hijau, glasir sudah mulai memudar.

Sekitar 25.000 keramik halus buatan Cina masa dinasti Ching dan beberapa benda logam lain, seperti gong, berhasil diangkat pada 2005 lalu. Pengangkatan dilakukan oleh PT Adikencana Salvage atas izin Panitia Nasional Benda Berharga asal Muatan Kapal yang Tenggelam (Pannas BMKT). Perusahaan ini juga melakukan pencarian di Teluk Sumpat. Hasilnya berupa 15.000 porselen Cina dari masa dinasti Ching dan dinasti Yuan.

Cepuk, berbahan dasar kaolin, berwarna hijau, glasir sudah mulai memudar.

Terhadap benda-benda temuan ini, telah dilakukan pemilihan. Sebagian untuk koleksi negara sebanyak 149 benda, saat ini tersimpan di Direktorat Peninggalan Bawah Air. Pemilihan BCB untuk koleksi negara ini dilakukan bersama oleh tim pemilihan koleksi negara berdasarkan SK dari Panitia Nasional BMKT. Oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga telah dilakukan penetapannya sebagai benda milik Negara Berdasarkan SK Menbudpar No. SK.51/PW.007/MKP/2008.

Mangkuk porselin, bagian dalam berwarna biru putih, bagian luar berglasir coklat polos.

Sumber : Katalog Peninggalan Bawah Air, 2008.
Ditulis kembali : Dian Trihayati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: