Oleh: arkeologibawahair | 4 April 2011

Survei H-Beam di Teluk Rembang

Oleh : M. Junawan, S.S.

Kegiatan dilaksanakan dua tahap sesuai dengan permohonan PT Teguh Abadi Setiakawan dengan surat nomor : 128/TAS/XII/2009 tanggal 16 Desember 2009 dan nomor 014/TAS/IV/2010 tanggal 28 April 2010 tentang permohonan rekomendasi pembersihan alur pelayaran di perairan Rembang. Survei tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 5 – 10 April 2010 pada titik astronomis xx˚ xx’ xx” LS xx˚ xx’ xx” BT berjarak 24 km dari Pelabuhan Tasik Agung Rembang dengan jarak tempuh 3 jam perjalanan kapal dengan kecepatan 9 knot. Pelacakan titik ini dibantu dengan alat GPS Map Sounder. Survei penyelaman dilaksanakan oleh BP3 Jawa Tengah, Balai Arkeologi Yogyakarta, Mahasiswa Arkeologi UGM, dan POSSI. Penyelaman dilaksanakan pada kedalaman 25 meter dengan dasar laut berupa lumpur da Visibility atau jarak pandang dasar laut hampir tidak ada (zero visibility). Setelah dilakukan penyelaman pada titik ini tidak ditemukan H-beam seperti yang dimaksud.

Survei tahap kedua dilaksanakan tanggal 30 April-1 Mei 2010 pada titik xx˚ xx’ xx” LS xx˚ xx’ xx” BT berjarak 25 km dari sluke Rembang, dengan dipandu GPSmap. Pada saat penyelaman, gelombang dan angin laut cukup besar sehingga diperlukan teknik dan strategi khusus untuk memperoleh data dalam waktu singkat dan efisien. Pada penyelaman di kedalaman 26 meter kerja keras tim survei membuahkan hasil dengan ditemukannya H-beam yang telah ditempeli biota laut dan banyak jaring nelayan tersangkut pada H-beam tersebut. Setelah itu dilakukan dokumentasi video, foto pengukuran dan uji materi dengan memukul-mukul serta menggores H-beam dengan pisau selam di dasar laut. Pekerjaan ini dilakukan dengan bottom time (waktu kerja bawah air) selama 42 menit.

Hasil analisis besi h-beam, yaitu dengan pengamatan kondisi besi menunjukkan tingkat korosi yang masih rendah. Selain pengamatan fisik, jika dilakukan analogi dengan temuan kapal tenggelam yang pernah ditemukan ditempat lain dan memiliki data pertanggalan, maka besi h-beam ini belum termasuk Benda Cagar Budaya.

[Sumber: BP3 Jawa Tengah]


Responses

  1. divingunderwater.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: