Oleh: arkeologibawahair | 8 Juli 2011

Menyelami Laut dengan Persiapan Matang

Koran Jakarta, Kamis, 7 Juli 2011 – Menurut Kiki Murdyatmoko, Diving Master dari TVRI Diving Club, pemula harus mengikuti pelatihan berupa teori dan praktik sebelum mendapat sertifikat. “Sertifikat itu ibaratnya SIM bagi pengemudi kendaraan di jalan raya,” tuturnya.

Di klubnya ada tiga tahap pelatihan, yaitu PAP (Pengetahuan Akademis Penyelaman), LKK (Latihan Ketrampilan Kolam), dan LPT (Latihan Perairan Terbuka). PAP berisi pengetahuan tentang peralatan selam, pengaruh tekanan terhadap tubuh, kesehatan penyelaman, dan tabel selam. PAP terdiri dari dua sesi pertemuan dengan lama sesi tiga hingga empat jam.

David Souhuwat, instruktur selam dari TVRI Diving Club, menjelaskan tabel selam harus diikuti dengan disiplin. Karena di tabel diatur berapa lama kita harus berada di suatu kedalaman. Semakin jauh kedalaman kita menyelam, harus semakin singkat kita berada di titik tersebut. Pasalnya, semakin dalam posisi kita di laut, maka tekanan semakin besar LKK merupakan simulasi menyelam, namun dilakukan di kolam renang.

Di LKK, peserta belajar cara menggunakan alat selam, cara merawat, serta teknik-teknik penyelaman. LKK dilakukan di kolam renang yang memiliki kedalaman hingga lima meter sehingga bisa melatih cara melayang dengan menggunakan BCD (buoyancy compensator device).

Tahap akhir adalah melakukan LPT di laut. David mengatakan biasanya pihaknya melakukan LPT di Kepulauan Seribu, Pulau Sangiang, Anyer, dan Ujung Kulon karena relatif aman lantaran tidak berarus, tidak begitu dalam (hanya 10 hingga 15 meter), namun memiliki pemandangan laut yang bagus.

Seusai mengikuti seluruh tahapan ini, peserta mendapat sertifikat one star scuba diver. TVRI Diving Club berada di bawah naungan POSI (Persatuan Olah Raga Selam Indonesia) yang berafiliasi dengan CMAS (Organisasi Selam Internasional).

Selain one star masih ada tingkat sertifikat lainnya, yaitu two star hingga three star yang menuntut ketrampilan lebih dari penyelam seperti teknik menyelamatkan (rescue) dan teknik memotret serta juga memperhitungkan pengalaman menyelam (lama jam selam).

David menegaskan kegiatan menyelam ini terlarang bagi orang yang berpenyakit jantung dan epilepsi. Pasalnya, kejutan kerap terjadi di laut, sementara penderita penyakit ini tidak bisa menghadapi hal yang mengagetkan. “Pandangan mata dengan mengenakan masker berbeda dengan mata telanjang, sehingga ukuran benda lebih besar daripada ukuran asli dari benda-benda di laut. Akibatnya bisa mengagetkan penderita sakit jantung,” terangnya.

Selain itu, tekanan di dalam air, arus laut, dan temperatur air bisa berubah-ubah sehingga berbahaya bagi penyelam dengan penyakit tersebut. Syarat utama bagi penyelam selama melakukan penyelaman adalah harus didampingi minimal seorang buddy atau teman penyelam lain, sehingga mereka bisa saling menolong bila terjadi sebuah masalah.

Ada larangan khusus ketika menyelam, yaitu jangan menyentuh sembarangan benda apalagi bila tidak melindungi tangan dengan sarung tangan karena ada jenis karang yang berbahaya, yaitu karang api, yang bila tersentuh akan menyebabkan tubuh kita terbakar.


Perlengkapi Diri

Melakukan penyelaman ternyata memerlukan banyak alat. Peralatan tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yaitu peralatan snorkeling, scuba, dan aksesori pelengkap. Menurut Meinanda Amirully dari Alatselam.com, untuk sekadar menyelam tapi tidak dalam jangka waktu yang lama, bisa menggunakan alat snorkeling yang terdiri dari masker, snorkel, booties, dan fin. Masker berguna untuk melihat pemandangan di bawah laut dan menghindarkan mata terkena air laut, sementara snorkel yang bentuknya berupa pipa sepanjang 40 cm berfungsi untuk mengambil napas. Booties sebagai alas kaki dan juga agar kaki tidak lecet bila menggunakan fin.

Fin yang bentuknya memanjang seperti sirip ikan berguna membantu pergerakan kaki sehingga bisa lebih lincah saat berenang di dalam air. “Untuk melakukan penyelaman dalam jangka waktu yang lama, maka perlu peralatan scuba,” terang perempuan yang akrab disapa Nanda ini.

Peralatan scuba terdiri dari regulator yang berfungsi untuk mengatur aliran udara dari tabung ke mulut. Kemudian octopus yang berfungsi sebagai cadangan bila regulator tidak berfungsi. Regulator sendiri terdiri dari dua bagian yaitu first stage yang mengatur tekanan udara dari tabung dan second stage yaitu penghubung regulator ke mulut. Second stage digunakan dengan cara digigit dan udara pun mengalir ke mulut.

Selain itu, penyelam memerlukan BCD (buoyancy compensator device). Peralatan ini sangat dibutuhkan untuk membuat badan melayang. Bentuk BCD mirip life jacket atau pelampung dengan cara pemakaian seperti mengenakan tas ransel. Saat berada di dalam laut, penyelam mengisi BCD dengan udara dari tabung sesuai kebutuhan. Peralatan lain scuba yang tak kalah penting adalah gauge consol. Di alat inilah semua parameter volume udara di tabung dan juga kedalaman posisi penyelam di dalam laut bisa terpantau.

Di luar alat-alat itu masih ada aksesori pelengkap, seperti tabung udara, weight belt beserta pemberatnya, dan wet suit. Untuk tabung udara, Nanda mengatakan ukuran standar tekanan udara di tabung adalah 3300 psi, sementara isi tabung adalah udara bersih dan bukan oksigen murni.

“Oksigen malah dilarang karena dalam tekanan yang besar akan berubah menjadi racun atau malah membakar tubuh. Jadi, udara yang ada di tabung adalah udara di alam terbuka yang terdiri dari nitrogen, hidrogen, dan gas lainnya,” jelas Nanda.

Weight belt dan pemberatnya (weight) yang berupa timah berfungsi sebagai penahan agar badan tidak terangkat ke permukaan. Bobot pemberat biasanya sepuluh persen dari berat tubuh penyelam. “Laut mengandung garam dalam kadar tinggi dan tubuh manusia cenderung mengapung sehingga perlu pemberat,” terangnya.

Wet suit atau pakaian selam, menurut Nanda, merupakan pilihan yang tidak bersifat wajib. Penyelam dari negara Eropa dan Amerika jarang yang mengenakannya saat menyelam di perairan Indonesia karena perairan di Nusantara tidak sedingin di Eropa dan Amerika.

Masih ada aksesori tambahan, yaitu seperti pisau, torpedo buoy, dan senter. Pisau untuk ditancapkan saat ada arus sehingga tubuh tidak terbawa arus, sementara torpedo buoy yang diapungkan di permukaan gunanya untuk memberi tahu kapal yang melintas bahwa sedang ada orang yang menyelam di bawahnya. “Sangat bahaya bila saat penyelam naik ke permukaan ada kapal melintas terutama untuk menghindari baling-baling kapal,” ucap Nanda menutup pembicaraan. wan / L-2


Pilihan Lokasi Mengarungi Bawah Samudra

Indonesia memiliki banyak lokasi indah untuk menyelam. Patra, anggota TVRI Diving Club, mengatakan banyak lokasi penyelaman di Indonesia yang memiliki keindahan tak terkira. Namun, sayangnya, hal itu jarang terekspos ke luar negeri hingga tidak menarik minat wisatawan mancanegara untuk melakukan penyelaman di daerah tersebut.

Patra mencontohkan saat menyelam di Pulau Menjangan, Bali, ia menemui dinding karang luas dan panjang sekaligus indah dengan koral berwarna-warni dan berukuran besar. “Posisi kita diapit dua dinding karang besar nan panjang, sementara dasar laut tidak terlihat kendati kita sudah menyelam sedalam 20 meter. Lautnya begitu dalam karena terletak di palung,” urainya.

Selain Menjangan, Patra melihat potensi wisata selam di Pulau Belitung. Sayangnya, pemerintah daerah setempat belum menggarap potensi ini dengan maksimal. Lokasi keindahan alam bawah laut tidaklah merata. Ada keindahan alam bawah laut ditemukan di dekat pantai, ada juga yang ditemukan di kedalaman 15 meter, dan ada juga kedalaman 30 meter baru mendapat lokasi yang indah.


Berikut lokasi menyelam favorit di Indonesia

Pulau Komodo

Tidak hanya satwa purba, komodo, yang dilindungi dan menjadi daya tarik pulau di Nusa Tenggara Timur ini, ternyata keindahan alam bawah lautnya juga mengagumkan. Dari Pulau Sebayor Kecil, Pulau Tengah Kecil, dan Pantai Merah atau Pantai Pink, terdapat beragam atraksi bawah laut. Terlihat ikan makarel, kod, dan ikan kerapu yang menghuni kawasan ini.

Tidak jauh dari Pantai Merah, Anda akan menemukan 5 meter turunan penuh ikan berwarna-warni. Terdapat lebih banyak lokasi penyelaman di pantai bagian barat dari Flores, seperti Pulau Tatawa, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Rinca, dan Pulau Nusa Node.

Nusa Penida, Bali

Lokasi menyelam di Bali ini dihuni hiu putih dan abu-abu, penyu laut, mola-mola, ikan pari manta, ikan pelangi, ikan makro, dan kipas laut gorgonian. Tempat ini merupakan lokasi favorit untuk drift diving atau menyelam mengikuti arus laut. Namun, perubahan arus kadang tidak menentu karena bisa tiba-tiba berarus besar. Hal ini membuat hanya para penyelam yang berpengalaman saja yang dapat menyelami situs ini.

Raja Ampat, Papua Barat

Tempat ini menyimpan koleksi 1.070 spesies ikan dan sekitar 600 spesies terumbu karang. Juga tempat bermigrasinya ikan dari Australia menuju Samudra Pasifik. Di sini terdapat manta point atau tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan pari. Di titik ini penyelam dapat menikmati keindahan gerak gemulai ikan pari manta dengan sayap lebarnya yang menari di atas panggung karang yang penuh warna.

Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Dari total terumbu karang yang ada di dunia yaitu sebanyak 850 spesies, sebanyak 750 jenis di antaranya terdapat di alam bawah laut Wakatobi. Selain terumbu karang, Wakatobi juga kaya akan jenis ikan. Berdasarkan penelitian tim Wallace yang berpusat di London, terdapat 942 spesis ikan di kawasan yang dijadikan kawasan konservasi terumbu karang ini.

Selat Lembeh, Sulawesi Utara

Di sini banyak sekali ikan ikan kecil seperti mandarin fish dan juga lobster. Selain itu, ada biota laut yang unik seperti gurita bunglon, kuda laut mini, ikan katak, dan sotong flamboyan. Namun, Selat Lembeh hanya cocok untuk penyelam berpengalaman karena arusnya kencang.

Bunaken, Sulawesi Utara

Dari glass bottom boat atau kapal yang berlantai kaca, pemandangan bawah laut Bunaken sangat jelas terlihat karena kebersihan laut ini sangat dijaga warga sekitarnya. Di Bunaken banyak sekali penyu raksasa berusia lebih dari 80 tahun. Ini semua berkat warga yang sangat melindungi dan tidak ingin menangkap hewan dilindungi ini. Selain itu, terdapat banyak kuda laut yang berukuran mini seukuran kuku tangan orang dewasa. wan / L-2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori