Oleh: arkeologibawahair | 17 Februari 2012

Warga Tanjabtim Temukan Puing Kapal Kuno

gatra.com, Minggu, 23 Oktober 2011 – Sejumlah warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menemukan puing kapal kuno di Sungai Batanghari Kecamatan Berbak. “Kapal yang diduga kapal kuno itu ditemukan dua pekan lalu. Kini kapal itu masih dalam penelitian,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Erianto, Minggu (23/10).

Erianto, ketika dihubungi di Muarasabak, ibukota Tanjabtim, menjelaskan, pihaknya telah mendapat laporan dari petugas penjaga situs makam Rangkayo Hitam di Kecamatan Berbak soal penemuan kapal kuno yang berada tepat di pinggiran sungai.

“Sepekan lalu penduduk yang melakukan gotong royong menggali kanal untuk antisipasi terjadinya banjir di kebun mereka, menemukan tumpukan puing kapal kuno,” katanya.

Tumpukan puing kapal kuno tersebut terbenam dalam tanah sekitar dua meter dari permukaan, berupa kayu dan perlengkapan kapal lainnya seperti tambang bahkan, dan muatan kapal seperti gerabah.

Berdasarkan analisa dari gerabah itu, diperkirakan kapal itu merupakan bangkai kapal kuno peninggalan abad ke-14. Indikasi lainnya didapatinya lubang-lubang bekas pasak kayu penyambung papan, karena di zaman kuno jarang sekali menggunakan paku atau sekrup besi.

Saat ini bagian-bagian puing kapal kuno beserta pecahan gerabah dan sisa-sisa tambang kapal tua tersebut telah diamankan di tempat penyimpanan situs makam Rangkayo Hitam.

Sementara itu, Latif, petugas penjaga dan perawat situs makam Rangkayo Hitam mengatakan, temuan tersebut telah disimpan dan diselamatkan, begitu warga menggali kanal mengangkat lembar-lembar papan dari kayu tua tersebut.

Warga menemukan saat bergotong royong menggali tanah untuk kanal pencegah banjir yang sering merendam kebun. Lokasinya di seberang sungai tempat makam Rangkayo Hitam berada.

“Sekarang puing itu saya simpan di tepat penyimpanan, sembari menunggu ada petugas dari BP3 Jambi datang untuk diteliti,” katanya.

Sementara itu Taufiq, perwakilan BP3 Tanjabtim yang hadir pada kegiatan Ekplore Tanjabtim yang melibatkan banyak pihak dari pemerintahan dan swasta, mengaku baru mengetahui adanya temuan tersebut.

“Saya baru tahu, nanti saya akan langsung membuat laporannya ke kantor pusat BP3 di Kota Jambi guna disikapi lebih lanjut, apa perlu diteliti atau bagaimana,” ujarnya.

Ia membenarkan, sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Batanghari banyak sekali ditemukan peninggalan-peninggalan kuno, karena DAS tersebut sebagai jalur utama transportasi di masa lalu semasa kejayaan Kerajaan Melayu, yang berpusat di Muarojambi. Di bekas kerajaan ini terdapat komplek candi Muarajambi, yang merupakan situs sejarah terluas di Nusantara, bahkan Asia Tenggara. [TMA, Ant]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori